Underdog Tech Award, penghargaan internasional buat founder startup tech terbaik, baru saja mengumumkan pemenang di 2024. Syaratnya adalah startup harus di luar startup tech yang sudah sangat besar. Penghargaan ini sudah mulai dari tahun lalu dan punya tujuan jelas: mendukung para founder tech untuk melewati tantangan seperti sumber daya terbatas, sulit dapat pendanaan, dan kesulitan mengikuti event penting industri karena lokasinya jauh dari pusat.

      nAcara penghargaan ini digelar secara virtual, merayakan para founder visioner dari seluruh dunia yang bjsa mengubah industri dan komunitas mereka meskipun banyak tantangan karena lokasi geografis. Pemenang tahun ini antara lain:

      Juara 1 ($30.000): Elmira Safarova dari Chili dengan startup-nya, Rarus Health

      Rarus Health jadi harapan buat keluarga yang menghadapi penyakit genetik langka, dengan membantu meningkatkan proses diagnosa dan mengumpulkan data supaya pengembangan obat dan terapi gen bisa lebih cepat.

      Juara 2 ($20.000): Mohamed Tarek Mohamed Abdelzaher dari Mesir dengan P-vita

      P-vita punya peran penting dalam mendukung upaya keberlanjutan di Timur Tengah dengan memanfaatkan AI dan IoT untuk mendaur ulang limbah pertanian jadi bahan baku yang bisa dipakai di industri kosmetik dan makanan. Komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan sudah membuat standar yang tinggi di industrinya.

      Juara 3 ($10.000): Saúl Paniagua-Lapenta dari Bolivia dengan Vaka

      Platform inovatif VAKA menjembatani hubungan antara petani dan mikro-investor, mendorong pemberdayaan ekonomi sekaligus keberlanjutan pertanian di Bolivia dan sekitarnya.

      Selain tiga pemenang utama, program ini juga memberikan $5.000 plus penghargaan khusus buat:

      Victor Juarez dari Tu Consejería (Guatemala) — diakui atas kontribusi luar biasanya dalam meningkatkan dukungan kesehatan mental dan menyediakan layanan penting bagi komunitas yang membutuhkan.

  Ashraf Bacheet dari O7 Therapy (Mesir) — dihargai karena kontribusinya yang besar dalam membantu masalah kesehatan mental dan memberikan dukungan serta panduan bagi orang-orang di Mesir.

      Ekaterina Smirnova, Kepala Underdog Tech Award, mengatakan bahwa inisiatif seperti ini punya peran besar buat startup di luar pusat tech dunia. Berikut komentarnya:

      “Underdog Tech Award jadi sumber motivasi dan validasi bagi para inovator yang mengembangkan daerah yang belum berkembang. Dengan menyoroti prestasi mereka, kami berharap bisa menginspirasi para founder baru dan mendorong terciptanya ekosistem teknologi yang lebih inklusif.”

      Underdog Tech Award fokus buat mengembangkan talenta. Selain hadiah uang, para pemenang juga dapat training dari pakar industri dan PR. Tujuannya agar startup pemenang bisa berkembang lebih cepat sekaligus memberikan ruang buat suara yang kurang terdengar di dunia teknologi global.